Sarat Makna Hidup dan Spiritual; Resensi Tiwi Kasavela - Terbakar Delusi

Judul buku: Terbakar Delusi 
Penulis: Tiwi Kasavela 
Tebal halaman: 258 halaman
ISBN: 978-623-7965-02-2
Penerbit: Progresif Lamongan
Tahun Terbit: 2019
Peresensi: Syah Alam Heikal Akbar

Sinopsis Buku
Kisah cinta yang tak biasa dari seorang gadis cantik, yang bernama Phia. Profesinya sebagai artis dan model yang jatuh cinta kepada Vann, pria dewasa yang memilih jalan hidupnya sebagai seorang Biksu. 

Resensi:
Buku Terbakar Delusi ini menceritakan tentang pengalaman penulis yang sedang depresi ketika ibunya yang sedang sakit kanker, dan awal bertemu awal dengan mata seorang pria yang ketika melihatnya merasa hangat dan keteduhan. Tiwi Kasavela adalah penulis buku tentang perjalanan hidupnya. Beberapa karya buku lainnya yang terkenal adalah Gulana Rindu. 

Dalam buku Terbakar Delusi ini tidak hanya berbicara jatuh cinta dengan Vann, seorang Biksu. Juga berbicara entang beberapa hal seputar Buddhisme dengan segala garis aturannya. Pandangan-pandangan seorang Buddhis tentang hidup, penderitaan, kemelekatan, meditasi, hukum karma, dan reinkarenasi yang diambil dari perspektif pribadi penulis saat mempelajari ajaran Buddha. Novel ini kaya akan makna perjalanan hidup, bahkan spiritual. 

Selain itu, Tiwi Kasavela cukup mampu membawakan karya ini dengan bahasa yang familiar dan mudah dipahami oleh awam, disertasi dengan ilustrasi-ilustrasi peristiwa yang bisa dirasakan secara nyata. Meskipun ia memberikan pandangan perjalanan hidupnya, sangat kental akan narasi emosi yang dalam, bertalian dengan cinta, hasrat dan gairah yang membara untuk memiliki seseorang. 

Meskipun, jika melihat dari judulnya, novel karya Tiwi Kasavela ini (Terbakar Delusi) agaknya terlampau berat, seolah mengesankan bahwa novel ini sarat kerumitan (meskipun kenyataannya cukup mudah dipahami) dan perlu dipahami dengan sungguh secara lebih mendalam. 

Novel Terbakar Delusi karya Tiwi Kasavela ini patut menjadi perenungan bacaan karena kaya akan makna serta pandangan-pandangan hidup, spiritual dan cinta. Terlebih mereka yang menjiwai peran seorang Tiwi Kasavela dan berpikiran terbuka, serta perlu pemaknaan lebih lanjut tentang apa yang dibaca.

Posting Komentar

0 Komentar