MATAHARI SENJA

 MATAHARI SENJA






Terlukis indah berseri diatas pasir pantai membawa ketenangan hati.

Waktu itu kau murung suram tak kuat aku lihat.

Gema takbir berkumandang menyatu berpadu dengan kicauan burung berbondong-bondong pulang.

Hempasan pantai menabrak karang memberi nada klasik yang hampir menghancurkan batu.

Siapa kita yang tak bersujud pada pemilik alam maha di raja.


Melangkah kaki ini menggiling ruang dalam waktu magrib itu.

Di pertengahan paku tertidur lelap hendak tak mau bangun.

Tergerak tuk menyapu paku itu ke tempat sampah di pingir jalan.

Ku lalui kembali jalan suci ini yang kuserahkan dalam sujud syukurku telah terlewat separuh hari kehidupan ini.

Saat kicau burung di langit masih bertasbih duduklah aku dengan sahabat.

Muka masamnya  seperti rembulan menyinari malam.


Di  bawah langit terlukis indah cahaya kerlap-kerlip kami saling mengadu rasa dalam hati.

Sampai adzan isha' berkumandang kami asyik menikmati susunan kata kerangka ego dan solusi hari esok.

Membawa nafas-nafas perubahan kami meluaskan ruang dan waktu seperti lakon di alur pertengan film.

Lika-liku kehidupan memang pahit.

Tak patut jatuh terluka lalu mundur dari tema kehidupan. 

Mari kita selesaikan kehidupan ini hingga nafas terakhir.

Membawa kerangka-kerangka suci dan konsepsi kehidupan mulia tuk jadi insan optimis.


Dalangtimur

Lamongan, 6 April 2021

Posting Komentar

0 Komentar