IMM FAI UHAMKA - Muslim Modernis


Judul Buku: Muslim Modernis
Penulis: PK IMM FAI UHAMKA
Tebal Buku: 14,8 x 21 cm; xvi + 185 halaman
Tahun Terbit: September 2020
ISBN978-623-7965-50-3
Penerbit: Progresif

Muslim modernis adalah kosakata yang cukup populer di ruang publik Indonesia. Cukup sering diucapkan oleh akademisi, jurnalis, aktivis, dan pejabat pemerintah. Namun, tentu tidak semua memahami elemen dan karakteristik muslim modernis. Buku ini memberikan kontribusi penting dalam membantu memudahkan pemahaman masyarakat dan terutama pembaca, mengenai apa yang dimaksud dengan muslim modernis, bagaimana praktek dan pemikiran keagamaan dari Muslim modernis dan sejauhmana hal ini bisa dibedakan dari tipologi muslim lainnya, dan lain sebagainya. 

Buku ini membagi sistematika tulisan/bahasan kedalam beberapa bab penting, yang diawali dengan bab mengenai Tauhid. Tauhid ditempatkan diawal karena merupakan pondasi kehidupan keagamaan dan sosial umat Islam. Dengan berlandaskan tauhid yang murni, seorang Muslim bisa melakukan pengabdian sebagai khalifatullah fil ardh dengan baik, bertanggung jawab dan sesuai dengan ajaran Allah swt. Bab Selanjutnya, para penulis yang merupakan aktifis IMM FAI ini, mengajak pembaca untuk kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah (arruju’ ilal Qur’an was Sunnah), dengan cara seluruh aspek kehidupan seperti ekonomi, budaya, politik, pendidikan, agama, dan lain sebagainya merujuk kepada kedua sumber fundamental tersebut. 

Bab ke-3 dari buku ini, mengajak pembaca untuk menyeimbangkan hidupnya antara intelektualitas dan humanitas. Penting hal ini dipertajam dan selalu diperhatikan oleh semua Muslim, karena ada kecenderungan kesenjangan antara intelektualitas dan humanitas. Keseluruhan olah intelektual kita haruslah bermuara pada kemanusiaan, memperbaiki kondisi masyarakat kita, memperbarui literasi mereka yang masih awam, dan kontribusi lain untuk kemanusiaan yang lebih baik, lebih humanis dan tentu lebih adil. Poin keadilan ini, dilanjutkan dalam bab berikutnya mengenai keadilan gender. 

Modal kepekaan yang baik dari mahasiswa yang merupakan penulis buku ini, sudah memiliki keinginan untuk membicarakan soal keadilan gender. Tentu bukan hanya membicarakan dalam tataran verbal, tetapi juga melakukan koreksi dalam keseharian jika terjadi ketimpangan gender, ketidaksetaraaan gender, bias gender, dan representasi perempuan yang kurang dan tidak baik di ruang publik keagamaan dan sosial kita. Buku ini diakhiri dengan modal C6 yang merupakan keterampilan yang wajib dimiliki oleh muslim yang hidup di abad modern dan serba kompleks seperti saat ini. C6 mengharapkan Muslim bisa berfikir kritis (Critical thinking), berkolaborasi dengan sebanyak mungkin orang lain (Collaboration), memiliki kemampuan mengkomunikasikan (Communication) sebuah ide/gagasan dengan cara yang baik dan tepat didepan masyarakat yang dihadapainya (naatiquu ‘ala hasbi ‘uquulihim), mampu berkompetisi (competition) dengan masyarakat global, memiliki kreatifitas (Creativity) agar bisa menemukan hal-hal baru yang bisa bermanfaat untuk masyarakat, dan terakhir memiliki Connectivity/connection, koneksi atau jaringan sangat penting dalam mengembangkan wawasan dan keterampilan kita, karena seyogyanya setiap manusia memiliki kelebihan dalam beberapa hal dan kekurangan dalam hal lainnya. Dengan adanya jaringan, setiap individu bsia berkolaborasi satu sama lain dalam menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat untuk kemanusiaan.  

Substansi dari keseluruhan bab ini merupakan gambaran umum yang diharapkan para penulis milenial ini untuk menjadi bahan refleksi tentang Muslim modernis. Sekaligus gambaran bahwa menjadi Muslim modernis adalah perpaduan iman dan akal sekaligus perpaduan kepekaan kepada ajaran agama dengan kepekaan pada kondisi masyarakat. Bravo untuk mahasiswa Fakultas Agama Islam, sekaligus juga untuk Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang mampu memobilisasi aktivisnya untuk menorehkan karya tulisan yang sangat berharga ini. Selamat dan semoga bermanfaat!!!

*) Ai Fatimah Nur Fuah, Ph.D ~ Presidium Nasional JIMM

Posting Komentar

0 Komentar