Selamat hari Pancasila atau selamatkan pancasila"

 "Selamat hari Pancasila atau selamatkan pancasila"



Hari ini kita selalu memperingati hari pancasila, hari yang tiap tahunnya akan selalu kita peringati dari tahun ketahun yang akan datang, semoga hingga sampai dunia ini berakhir kita selalu memperingatinya. & supaya terkesan lebih sempurna, saat memperingatinya kenakanlah baju & peci putih (sebab sekarang bulan Ramadhan). Agar semua yakin kalau sila ketuhanan yang maha esa yang intinya adalah tauhid dari ajaran al-quran dalam surah Al-ihklas itu benar-benar terealisasikan, meski hanya tampak dari penampilan saja.


Bila perlu kita ajak semua orang yang memperingati hari pancasila ini: untuk berbuka puasa bersama, sholat tarawih berjamaah & berdoa bersama-sama; dengan mohon secara sungguh-sungguh kepada Tuhan yang maha Esa: mudah-mudahan Pancasila lekas tujukkan kesaktiannya. Agar dengan kesaktian itu para Monster haus darah yang menduduki kursi kekuasaan di negeri ini cepat pulang ke neraka (Ya, minimal mereka naik pesawat dari jakarta tujuhan Akhirat lah).


Karena, coba hitung saja, berapa banyak orang kaya dari hasil korupsi? Dan KPK dari awal lahir hingga sekarang, setiap hari selalu ada saja yang mencoba melemahkannya. Atau jika memang kita kesusahan untuk melihat mukanya para koruptor, lihat saja barapa banyak orang miskin di negeri ini, coba kita hitung, kalau memang ingin puyeng ngitungnya. Semua kemiskinan itu terjadi karena banyaknya tindak korupsi. Tapi coba kita hitung dengan jari, ada berapa orang kaya di indonesia, jari ini pasti kebanyakan untuk menjumlahnya.


Ya memang begitulah logikanya: tidak mungkin ada kemiskinan di negara yang di dasari oleh prinsip: "keadilan sosial bagi seluruh Rakyat indonesia" tanpa ada & banyaknya korupsi besar-besaran yang tidak mungkin terungkap jika KPK terus dilemahkan.


Inilah kenapa hari pancasila ini, kita juga harus berpikir-pikir ulang, agar kita bisa selamatkan pancasila agar tidak dikorup juga nantinya. Sebab mendiamkan kemiskinan itu sama saja dengan membunuh pancasila. Karenanya, tugas dari para orang-orang pancasilais adalah melawan korupsi.


Biarbagaimanapun-juga,  Demokrasi pancasila bukan mimpi-mimpi belaka. Dan bukan fatamorgana jika "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan & permusawaratan perwakilan", namun semua cita-cita ini bukannya akan benar-benar terealisasi hanya karena adanya bagi-bagi menteri. Sebab bagi-bagi menteri adalah sama saja dengan ber-bagi tempat korupsi.


Kita punya pribahasa: Tegak sama tinggi, duduk sama rendah. &  tidak ada manusia, di atas manusia (sama rata sama rasa). Bahkan satu hati satu rasa (seperti hubungan cintaku dengan kekasihku di alambaka sana), inilah nilai dari "persatuan indonesia" yang seharusnya kita kita jaga bersama, bukan malah rebut harta-benda, dengan cara menggutil uang negara, demi untuk diri sendiri, & membiarkan saudara sebangsanya hidup miskin & menanggung hutang negara.


Maka, demi untuk menyenlamatkan pancasila di hari pancasila ini; kita sebagai para pancasilais harus  mendorong aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum setegak-tegaknya tanpa pandang bulu. Jangan ada lagi, seorang koruptor bajingan bebas keliaran & orang baik-baik yang mengkritik kekeliruan penguasa, karena dorongan cinta pada negaranya, justru malah meringkuk di penjara.


Keadilan harus ditegakkan setegak-tegaknya. Demi untuk mewujudkan "kemanusiaan yang adil dan beradab". Sebab, apabila hukum itu tidak dijadikan panglima maka kata "Adil" ini hanyalah akan seperti tungku tampa Api. & untuk bisa menegakkan hukum dengan seadil-adilnya ini di butuhkan aparat penegak hukum yang memiliki moralitas tinggi sebagaimana, manusia itu semestinya menjadi manusia.


Di hari ini kita memperingati hari pancasila, & di hari ini kita umat muslim sedang manjalankan ibadah puasa Ramadhan. Maka mari kita bersama-sama berdoa kepada Tuhan yang maha Esa, agar bangsa ini bisa lekas sembuh dari Wabah korupsi. (Meski tidak menutup kemungkinan, ketuhanan yang maha Esa ini kelak pun akan di korupsi oleh orang-orang yang anti-agama dengan cara memakai lebel agama.


Akhir-kata, selamat hari pancasila & menyelamatkan pancasila. Sungguhpun tulisan ini ditulis, karena rasa khawatir penulisnya sebagai seorang ayah atau sebagai seorang paman yang akan masa depan putri-putrinya (dela, nadia), yang kelak dipundaknya-lah negeri ini diletakkan sebagai warisan. & pasti tidak ada ayah atau paman yang ingin mewariskan hutang pada putri-putrinya. Karena tak ada kesedihan seorang ayah yang sangat perih sekali melebihi saat melihat anak-anak perempuannya menanggis. Maka daripada anak-anak putri kita kelak hidup menderita di negeri ini, alangkah baiknya, jika kita melawan korupsi, dan melakukan Reinventing Our intellectual  Genealogy, meski dengan resiko kita bisa di tembak mati.

Penulis : Rifki Taufik

Posting Komentar

0 Komentar