Falihin Barakati - Bergerak dalam Arus Wacana


Judul Buku: Bergerak dalam Arus Wacana
Penulis: Falihin Barakati
Ukuran Kertas: 14,85 x 21 cm
Tebal Buku: xii + 178 hlm
ISBN: 978-623-6222-03-4
Tahun Terbit: 2021
Penerbit: CV. Progresif
______________________________________



Di era perkembangan teknologi informasi saat ini membuat kita begitu mudah untuk memperoleh berbagai informasi dari manapun. Pun kita bisa menyebarkan informasi kepada siapapun. Tidak hanya terbatas pada informasi yang ada dalam negara kita, tetapi juga di seluruh dunia. Bahkan, kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat ini, hampir membuat tidak ada lagi batas teritorial antar negara.

Hanya melalui gadget atau smartphone yang ada di genggaman tangan, kita sudah bisa memperoleh banyak informasi. Kita dapat mengetahui banyak kejadian di berbagai tempat. Pun kita juga dapat menyebarkan ide dan gagasan kepada setiap orang dimanapun berada. Mungkin inilah yang disebut “Dunia dalam genggaman tangan kita”. Maksudnya hanya dengan gadget atau smartphone di genggaman tangan kita, kita sudah bisa berkeliling dunia.

Begitupun keberdaan media massa. Ramai-ramai ber-transformasi menyesuaikan diri dengan perkembangan tek-nologi informasi. Yang sebelumnya masih sebatas media massa konvensional seperti media cetak (koran, majalah, dan lain sebagainya), kini mereka hadir juga dalam bentuk digital yaitu media-media online. Bahkan saat ini media massa dalam bentuk media online tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Bukan hanya pers dalam hal ini jurnalis professional, tetapi juga lahir dan tumbuh banyak citizen jurnalizm. Apalagi didukung dengan masifnya publik beraktifitas di media sosial, baik facebook, twitter, instagram dan lain sebagainya.

Keadaan ini, membuat kita, mau tidak mau menerima suguhan berbagai informasi dengan berbagai wacana di dalamnya. Hanya ada dua pilihan. Pertama, apakah kita hanya menjadi konsumen dari berbagai arus wacana itu dengan menerimanya begitu saja? Atau kedua, apakah kita ikut berselancar di tengah arus wacana itu?

Tentu, sebagai orang yang lahir dari rahim organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), saya memilih yang kedua. Berselancar dalam arus wacana. Siapapun yang lahir dari rahim PMII semestinya ikut berselancar atau bergerak dalam arus wacana. Bahkan, kita mesti mengupaya-kan untuk ikut menggiring arus wacana. Dulu, di pengkaderan PMII tingkat Pelatihan Kader Dasar (PKD) saya pernah disuguhkan materi Menggiring Opini Publik yang sekarang disebut Analisis Wacana. Maka sebagai wujud aktualisasi dari materi itu, saya mesti ikut bergerak dalam arus wacana. Begitupun semestinya anggota dan kader PMII lainnya. Dan secara umum para aktivis mahasiswa dari organisasi manapun untuk ikut bergerak dalam arus wacana.

Dengan melakukan pergerakan dalam arus wacana, kita bisa membangun kesadaran publik. Kita juga bisa mentransfer ide dan gagasan kita kepada khalayak. Bahkan bisa memberi inspirasi kepada masyarakat banyak. Perkembangan teknologi informasi telah menyediakan sarananya. Banyak media massa (online) membuka pintu bagi kita untuk suatu karya tulisan. Tinggal berpulang kepada kita, apakah memanfaatkannya untuk ikut bergerak dalam arus wacana atau hanya menjadi konsumen yang menerima begitu saja. 

Buku ini berisi kumpulan tulisan-tulisan saya di berbagai media masa baik itu tulisan dalam bentuk esai, opini maupun kolom, sebagai upaya bergerak dalam arus wacana. Ada juga empat tulisan berasal dari blog pribadi yang saya pilih sebagai tambahan melengkapi buku ini. Tulisan-tulisan yang ada dalam buku ini, tidak hanya dalam satu wacana, tetapi berbagai wacana. Di Bagian I ada wacana tentang Ke-PMII-an dan Kepemudaan. Di Bagian II ada wacana tentang Pendidikan. Di Bagian III ada wacana tentang Politik, Kebangsaan dan Kemanusiaan. Di Bagian IV ada wacana tentang Tokoh. Dan yang terakhir Bagian V merupakan kolom-kolom saya tentang berbagai wacana publik lainnya. Serasa seperti gado-gado. Semuanya tercampur-aduk dalam buku yang saya beri judul “BERGERAK dalam ARUS WACANA”. 

Banyaknya dan bercampur-aduknya wacana dalam buku saya ini dikarenakan, saya terinspirasi dari kalimat Ketua Umum PB PMII pertama Mahbub Djunaidi: “Selaku penulis saya ini generalis, bukan spesialis. Saya menulis ihwal apa saja yang lewat di depan mata. Persis tukang loak yang menjual apa saja yang bisa dipikul”.

Namun, tidak semua tulisan saya masukkan. Sudah banyak yang berserakkan dan saya tidak temukan lagi keberadaan dokumennya baik di media massa yang pernah terbitkan maupun di dokumen pribadi saya. Saya juga membatasinya hanya pada tulisan-tulisan saya dalam rentan waktu tahun 2017 sampai 2021 dengan tema-tema tertentu yang saya pilih.

Akhirnya, saya harus mengutip pribahasa “Tiada gading yang tak retak”. Saya menyadari buku ini tidak lah sempurnah. Apalagi ini merupakan buku pertama saya yang hanya berisi kumpulan-kumpulan tulisan saya. Olehnya itu saya sangat membutuhkan kritik dan saran. Nyinyiran juga tidak apa-apa. Biar nantinya bisa ada perbaikan-perbaikan di tulisan-tulisan maupun buku-buku selanjutnya.

Sebelum berakhir, saya ucapkan “Thanks to Allah. Alhamdulillah wa Syukrillah”, “Thanks to Nabi Muhammad. Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam”. Kepada Istri dan anak-anak saya, kepada kedua orang tua saya, kepada kedua mertua saya, dan saudara-saudara saya: “Thanks and love you all”. 

Juga kepada sahabat-sahabat saya di PMII, senior dan alumni PMII, saya ucapkan terima kasih atas dukungannya semua. Terima kasih juga kepada semua pihak yang terlibat hingga buku ini bisa hadir di depan pembaca. Terkhusus kepada pemberi testimoni pada buku sederhana ini: “Terima kasih ya, sudah ikut memberi dukungan dan apresiasi”.

Saya berharap, semoga buku ini bisa memberi insiprasi dan memuaskan dahaga intelektual siapapun yang membaca-nya. Baik itu sahabat-sahabat aktivis PMII, kawan-kawan aktivis mahasiswa lainnya, para pemuda dan masyarakat secara umum tanpa terkecuali. 

Selamat menikmati. Selamat bergerak dalam arus wacana!

Posting Komentar

0 Komentar