Ari Hidayat - Mencapai Indonesia Merdeka Pancasila Membara (Jilid I)

mencapai indonesia merdeka pancasila membara penerbit progresif


Judul Buku: Mencapai Indonesia Merdeka Pancasila Membara
Penulis: Ari Hidayat
Editor: Ubay NA
Tebal Buku: viii + 311 Halaman
Tahun Terbit: 2019
Penerbit: Progresif

Gugusan bintang yang berbinar di malam hari,
Menghias langit yang tidak berbatas bila dipandang mata,
Terang tanpa baterai,
menebar energi kehidupan, menyibak keindahan cakrawala

Matahari gagah di siang hari sebagai sumber energi yang tidak pernah mati,
Bumi yang basah oleh air mengandung udara sebagai sumber kehidupan
Lalu nikmat Tuhan yang mana yang kau dustakan,

Aku adalah mahluk tentu ada sang Khalik,
Aku adalah manusia budiku cerminan dari peradabanku,
Produk peradaban Indonesia,
Dunia kita adalah dunia manusia, manusia yang beradab, dan berkeadilan,
Keadilan dan keberadaban kita adalah eksistensi peradaban kita,

Peradaban Indonesia merdeka,
Antara Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali,
Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua
Kita tetap Indonesia pulau pulau kita terbelah lautan yang kaya,
ikan ikan yang melimpah, baik di Lautan ataupun di air tawar,

Dunia menanti karya-karya kita sebagai manusia Indonesia,
Imperialisme masa lalu meninggalkan luka devide at impera,
Maka kita jawab Persatuan Indonesia Merdeka,
Pemerintahan kita yang dipimpin oleh hikmat,
Kebijaksanaannya menebar kebaikan dialam semesta,
yang mengedepankan musyawarah, sebagai perwakilan manusia dari Sabang sampai Merauke,
Perwakilan yang mengedepankan keselamatan dan kemaslahatan hidup manusia,
Berjenjang sesuai hierarki, hidup berjajar sesuai konstitusi,
Untuk mencapai derajat keadilan sosial yang merata,
Buat seluruh rakyat Indonesia,
Tidak hanya di kota, tidak hanya di Desa,
Bahkan di rawa rawa dan ditengah hiruk pikuk pekan raya,

Taman-taman berjubah manusia,
manusia Indonesia yang bahagia,
yang memiliki jaminan hak hidup,
Hak tumbuh kembang,
Hak perlindungan,
Hak partisipatif
Dan hak untuk sejahtera sebagai manusia
sehingga manusia Indonesia yang hidup adalah,
manusia yang selalu bersama Tuhannya,
sebagai titah hidup yang di genggam erat hingga tiada,
berlaku adil untuk semua, berperadaban tinggi dalam perilaku dan tutur katanya,
berbaur dalam tatanan sistem negara yang satu untuk semua,
rakyat Indonesia dipimpin dengan hikmat,
yang bijaksana dalam berbagai suasana,
dengan bermusyawarah memutus segala problematika,
melalui mekanisme perwakilan persoalan nusantara tuntas tanpa sisa,
untuk mewujudkan keadilan sosial
untuk semua rakyat Indonesia.

Posting Komentar

1 Komentar