FKMSB - Surat Santri untuk Negeri

surat santri untuk negeri penerbit progresif



Judul Buku: Surat Santri untuk Negeri
Penulis: Mahasantri se-Indonesia
Tebal: 14,8 x 21 cm; x + 123 halaman
Tahun Terbit: 2019
Penerbit: Progresif


Puji syukur alhamdulillah kita panjatkan kepada Allah SWT. yang telah memberikan berkat dan karunia-Nya, buku ANTOLOGI PUISI: Surat Santri Untuk Negeri, karya para mahasantri, mampu hadir menjadi refleksi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karya ini tidak lepas dari semangat dan antusias yang tinggi dari peserta, juri, panitia, dan banyak pihak, yang tentunya komitmen atas semangat menghidupkan literasi perlu diapresiasi.

Disadari atau tidak, kondisi bangsa dan negara masih jauh dari harapan yang dicita-citakan funding fathers selama ini. Bukan karena tidak ada upaya dan hasil yang dicapai, melainkan pemerolehan atas kinerja para pimpinan lembaga dan negara masih jauh dari kata sempurna dan paripurna. Adanya hanya menyisakan dan menambah segudang masalah. Mulai dari aspek pendidikan, sosial, politik, ekonomi, kesahatan, hingga aspek budaya yang tak kunjung berkesudahan masalahnya. Maka kemudian, hadirlah buku di tangan Anda ini yang diharapkan hadir sebagai refleksi dan aspirasi dari para mantan santri. Secara garis besar beberapa puisi mengantarkan dimensi ingatan kita pada sejarah dan peradaban bangsa pada era reformasi. Tentu dapat dijadikan sebagai solusi bagi pemangku kebijakan.

Percaya atau tidak, mahasantri memiliki sumbangsih dan andil yang besar dalam proses pendirian, perjuangan, dan dalam mewarnai bingkai kemerdekaan. Ulasan dan buah pemikiran dalam buku ini adalah bagian dari bingkai untuk mengisi semangat kemerdekaan. Karya ini mengintegrasikan antara naluri imajinasi dan naluri literasi dalam bingkai karya seni. Selain itu, karya perdana ini adalah hadiah dan kenang-kenangan kaum santri atas ulang tahunnya Republik Indonesia yang ke-74 dan juga dalam rangka menyemarakkan perayaan Hari Santri Nasional ke-4.

Mengingat ini adalah karya sastra, tentu pembaca dan penikmat diberikan kebebesan untuk menafsirkan. Namun meski-pun demikian, makna yang sebenarnya adalah mutlak dimiliki dan dipahami oleh pengarang. Karya sastra hadir bukan untuk diper-debatkan, melainkan untuk dijadikan sebuah hiasan kehidupan, bahan perenungan yang dalam, hingga akhirnya mampu mene-mukan dasar makna yang ditentukan. Diksi di dalam karya ini pun variatif, karena ini adalah koleksi naskah yang dilombakan, bukan karya penyair yang sudah kenyang dengan pengalaman. Oleh karena itu, kami sangat mengharap kritik dan saran yang konstruktif untuk perbaikan karya berikutnya.

Posting Komentar

0 Komentar