Model Pembelajaran Paradigma Baru di Masa Pandemi Covid-19

Muhammad Amin, ST., S.Pd. (sumber: istimewa)
 

MODEL PEMBELAJARAN PARADIGMA BARU DIMASA PANDEMI COVID-19

Pandemi Covid-19 di Lembaga Pendidikan
Pada awal tahun 2020 pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah mengubah sistem kehidupan manusia di segala bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk melakukan work from home (WFH), social and physical distancing, megharuskan masyarakat tetap #dirumahsaja, bekerja, beribadah dan belajar dari rumah. Lembaga pendidikan yang selama ini sangat menitikberatkan pada pembelajaran tatap muka, harus merubah melakukan inovasi dalam proses pembelajaran jarak jauh. Dengan dihapuskannya Ujian Nasional, belajar di rumah melalui aplikasi tertentu, kuliah daring, bimbingan dan seminar daring merupakan contoh pelayanan bidang pendidikan yang mempercepat penerapan pendidikan era Revolusi Industri 4.0. Peran teknologi dalam bidang pendidikan di tengah pandemi Covid-19 sangat utama, para tenaga pendidik dan peserta didik diharapkan dapat menyesuaikan diri dan memanfaatkan teknologi. Laptop dan handphone (HP) menjadi sarana fisik yang wajib di punyai oleh guru dan peserta didik.

Paradigma Baru Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan guru/instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya. Pembelajaran yang berbasis elektronik (e-learning) atau pembelajaran daring (online) merupakan bagian dari pendidikan jarak jauh yang secara khusus menggabungkan teknologi elektronika/gawai dan teknologi berbasis jaringan internet.

Semakin meningkatnya dalam dunia teknologi komunikasi dan informasi memunculkan peluang maupun tantangan baru dalam dunia pendidikan. Aplikasi-aplikasi system informasi dua arah disajikan oleh para pemogram atau ahli IT. Salah satu peluang baru yang muncul adalah akses sumber materi yang lebih luas terhadap konten multimedia yang lebih kaya, dan berkembangnya metode. pembelajaran baru yang tidak lagi dibatasi oleh ruang, waktu dan sumber belajar. Di sisi lain kemajuan teknologi dengan beragam desain digital yang terus berkembang juga menghadirkan tugas-tugas baru bagi pemangku dan penyelenggara pendidikan untuk terus menyelaraskan kegiatan pembelajaran dengan metode daring. Pembelajaran juga dapat dilakukan dengan kombinasi antara daring dan luring (jika peserta didik harus praktik di sekolah), tentu harus dengan protocol kesehatan yang ketat (New Normal). Agenda kegiatan pembelajaran yang tertuang dalam rencana pembelajaran jarak jauh berupa skenario pembelajaran yang dituangkan dalam sebuah tugas menjadi pengganti kegiatan peserta didik yang semula dilakukan secara tatap muka dilakukan dengan mengkolaborasikan peran orang tua peserta didik dalam proses pembelajaran yang dilakukan di rumah.

Orang tua turut berperan sebagai pendamping para peserta didik saat belajar di rumah. Walaupun terdapat kendala di lapangan, misalnya kurangnya pengetahuan di bidang IT, bahkan ada sebagian peserta didik yang tidak mempunyai handphone sehingga ini menjadi tantangan siswa saat melaksanakan belajar jarak jauh. Untuk itu peran guru, orang tua/wali dan peserta didik harus bekerja sama untuk menumbuhkan semangat belajar yang tinggi serta mencari problem solving dalam mengatasi berbagai kendala yang dihadapi peserta didik dalam menyerap materi baik daring, luring atau blended. Peserta didik harus tetap belajar di masa pandemi Covid-19 ini guna menjawab semua tantangan menuju era Revolusi Industri 4.0 dan menghasilkan output kemandirian siswa dalam belajar saat di sekolah maupun di luar sekolah.

Google Classroom Salah satu Alternatif
Pembelajaran daring (online) wajib dan harus dilakukan oleh semua lembaga pendidikan agar proses belajar mengajar tetap berjalan. Peserta didik tetap mendapatkan ilmu dan kompetensi yang sesuai dengan jenjangnya. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi pilihan utama dalam menyerap materi yang dipilih peserta didik pada masa pandemi. Daring, luring dan blended merupakan cara untuk para peserta didik melaksanakan proses PJJ. Penguasaan IT dan adaptasi siswa dalam menyerap materi yang berbeda dengan yang biasa dilakukan merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui. Penguasaan teknologi dalam menggunakan laptop, Handphone (HP), aplikasi WhatsApp, dan berbagai jenis media yang bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan pembelajaran daring menjadi hal yang sangat urgen.

Google Classroom (GCR) adalah salah satu media pembelajaran dalam jaringan atau daring yang disediakan secara gratis oleh Google. Aplikasi ini sebagai pengganti proses pembelajaran dengan tanpa kertas dan alat tulis lainnya. Kemudahan mengoperasikan GCR yang bisa melalui HP maupun laptop sangat cocok bagi peserta didik sekolah tingkat menengah atas.

Aplikasi ini digunakan oleh para guru dan siswa, untuk berbagi file di antara mereka. Di Google Classroom, guru dapat membuat tugas untuk siswa, dan juga dapat mengumpulkan tugas dari mereka. Baik guru dan siswa dapat bekerja tanpa menggunakan kertas dalam aplikasi ini.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan saat belajar secara daring (online) dengan Google Classroom:
• Berbagi materi pelajaran/silabus
• Memberikan/mengirimkan tugas
• Mengadakan ujian/kuis
• Tanya jawab secara interaktif
• Melihat tugas mendatang lewat Google Calendar

Cara mengoperasikan Google Classroom dapat melalui Youtube atau tutorial melalui internet. Dalam pelaksanaan pembelajaran daring, aplikasi bantu yang wajib di pakai oleh semua guru dan peserta didik adalah WhatsApp (WA). Lewat WA group proses pembelajaran dapat langsung berkomonikasi dengan peserta didik, memberikan info dan instruksi-instruksi dalam proses belajar mengajar.

Untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal, peran guru dalam malakukan evaluasi harus sering dilakukan. Sehingga guru dapat mengembangkan lebih baik lagi dan berinovasi tiada henti.


___________________________________

*) Penulis: Muhammad Amin, ST., S.Pd.

Tag : Opini, Tulisan
0 Comments for "Model Pembelajaran Paradigma Baru di Masa Pandemi Covid-19"

Silakan tulis komentar anda!

Back To Top