Awan Kelabu Nostalgi

ilustrasi (sumber: istimewa)

Awan Kelabu Nostalgi
- NA -

Mendung selimuti sore hariku,
Segala cerah berubah kelabu pekat,
Dalam harapku, kini ku berkabung,
Menyisa peluh dan perih yang menguat...,

Rintik gerimis jatuh mengguyur pijakanku,
Ia runtuh disapu deru angin,
Sementara dukaku belum terbilas sirna,
Mengekang segala asa pada yang lainnya...,

Saat hujan mereda,
Basahnya meresap tertimbun lapisan-lapisan tanah,
Sisanya sukar mengering, sebab surya 'tlah beranjak,
Bekasnya hanya perih terasa, berselimut gundah,
Entah kapan lalu 'kan pulih...,

—Bangkalan, 3 Oktober 2021 



Posting Komentar

0 Komentar