Amerta Asa

ilustrasi (sumber: istimewa)


Amerta Asa
- NA -

Masih belum sirna, segala yang pernah tertulis tinta
Lembar demi lembar coretan kembali kubuka,
Meski sisakan lebam luka
Memandangmu, di mata hati dengan secuil asa tersisa,

Simpul-simpul tawa imbangi kata,
Lengkapi rasa, yang masih getarkan jiwa
Tak bisa, mungkin mampu singkirkannya
Akarnya menancap menghujam, risaunya

Cahaya peluk pagi hangatkan raga
Meski kilaunya silaukan pandangan,
Kau auramu, pancarkan indah hangat menerkam
Dan sang korban terkulai dihantam khayalan...,
Tentangmu...

—Bangkalan, 16 Oktober 2021


Posting Komentar

0 Komentar