Buku - Rifki Taufik


 "Buku"


Generasi yang tidak membaca buku adalah generasi yang pikirannya dangkal yang tidak mendapatkan kecerahan karena cenderung keruh, generasi yang tidak membaca hatinya tidak terarah dengan baik dan tidak bisa tenang, dan hanya akan gemar membuang-buang waktu main geme, main hp, nonton film, ngoceh ditempat tongkrongan atau komen-komen di media sosial yang isi-nya adalah kepanjangan dari ngoceh di warung kopi. Tanpa isi, tak begitu berguna dan sia-sia hingga pantas jika di sebut hidupnya percuma.


Generasi yang tidak membaca adalah generasi yang mudah termakan berita hoax, karena tidak bisa menganalisa sebuah berita, apa-apa yang masuk ke dia: langsung saja di shere tanpa di cari dulu sumbernya yang jelas. Generasi yang tidak membaca adalah generasi yang suka menghakimi argumen dengan komentar-komentar sentimen yang asal menghina orangnya (ed-hominem). Sehingga perasaan mereka sering was-was, cemas takut kedangkalannya terbuka dan juga di balas, dan mudah sedih karena tak punya pegangan arah hidup yang jelas. Dan pada akhirnya semua itu membuat mereka mudah sakit, stres, diabet, gangguan jantung, lalu lekas mati.


Generasi yang tidak membaca mudah terseret masuk ke jurang keburukan. Mereka mudah ikut terseret arus, latah, mudah ikut-ikutan pendapatnya teman-temannya, takut berpikir beda dengan teman-temannya, bahkan jika ada tiga saja orang yang bilang, kalau rock musik lebih indah dari jezz musik, dia bisa lebih kekeh mati-matian membela pendapat kalau rock memang lebih baik, dan dia lebih percaya 100%, daripada yang tiga orang pertama bilang begitu.


Maka bacalah buka. Karena dengan membaca dapat meningkatkan konsentrasi, melatih lidah untuk bicara dengan baik dan benar, menjauhkan diri dari ucapan-ucapan hoax.


Ingatlah, lebih baik mengetahui sedikit hal yang baik dan penting daripada banyak hal yang tidak berguna dan biasa-biasa saja di media sosial. Tahukah kamu? Perbedaan antara racun materi nyata dan racun otak (kecerdasan) adalah kebanyakan racun meteri terasa menjijikan, tapi racun kecerdasan, yang mengambil bentuk posting di media sosial dan berita-berita koran online yang buruk, kadang terlihat menarik.


Tapi ada juga buku-buku yang buruk. Biasanya buku-buku buruk itu kualitasnya biasa-biasa saja hanya menghibur pikiran saja. Oleh karenanya bacalah buku-buku tanpa ragu dianggap bagus. Maksudku, bacalah buku terbaik.


Buatku, adalah harta karun yang bisa tersimpan dalam perpustakaan kecil namun terpilih. Kumpulan pemikiran orang bijak dan cendekiawan paling layak dari semua negara beradab di dunia (kecuali israil), selama ribuan tahun, bisa membuat hasil penelitian dan juga kebijaksanaan mereka bisa kita serap untuk mengembangkan kehidupkan kita. Pemikiran yang mungkin tidak pernah mereka ungkap pada sahabat karib tertulis di sini dalam kata-kata yang jelas bagi kita (meski buku terjemahan), orang-orang dari abad lain. Ya, kita harus membaca buku dan berterimakasih atas buku-buku terbaik, atas pencapaian intelektual, emosional dan spiritual dalam kehidupan kita.


Selamat hari buku! Ini adalah photo dari sebagaian kecil koleksiku.

Penulis : Rifki  Taufik.




Posting Komentar

0 Komentar