Perempuan Yang Menyunting Kesepian


Judul Buku: Perempuan yang Menyunting Kesepian
Penulis: Hikho Wasa
Tebal Buku: 14,8 x 21 cm; iv + 173 halaman 
Tahun Terbit: Agustus 2020
Penerbit: Progresif


Saya tulis surat ini bersama segenap mimpi saya tentang sebuah pengabadian. Tentang hal-hal yang akan dapat dikenangkan, juga bagaimana pemikiran senantiasa berjalan seiring waktu berlalu.

Pembaca yang semoga menyukai tulisan-tulisan dalam kesepiannya para perempuan di buku ini, saya doakan kebahagiaan menjadi teman paling setia, sebab barangkali, kesepian memang menyakitkan bagi sebagian orang.

Semoga bahagia dalam keadaan apapun, pun juga bagi seluruh keluarga saya yang telah membiarkan saya terbang ke berbagai arah untuk sekadar mengkhayalkan kisah-kisah kehidupan dalam bayangan saya. Dalam dunia saya.

Saya sempat terpikir antara dua hal, entah buku ini atau yang satunya (kumpulan naskah lakon) yang akan saya terbitkan lebih dulu, saya ragu. Namun, hati dan pikiran membawa saya pada keputusan untuk menerbitkan kumpulan cerpen ini lebih dulu dan saya harus menyimpan draft buku saya yang lain. Sekali lagi, buku yang seharusnya menjadi titik sejarah saya dalam menulis, harus saya tahan lebih dulu. Saya ingin berbagi kepada para pembaca tentang kesepiannya Kama, yang mestinya tak selalu menyisakan rasa merana.

Selain itu, kumpulan kisah-kisah ini bukan semata hasil imajinasi saya, melainkan sebagian besar justru merupakan hasil dari pengamatan saya terhadap kisah orang-orang yang pernah saya temui yang kemudian saya modifikasi dengan bumbu-bumbu fiksi.

Buku ini menjadi media saya untuk mengabadikan kisah orang-orang yang menurut saya harus saya bagikan kepada banyak orang. Tentu saja saya ucapkan terima kasih kepada orang-orang yang kisahnya saya angkat dan memberikan saya banyak pelajaran hidup. Mereka adalah orang-orang yang luar biasa dan semoga kebahagiaan selalu menyertai mereka.

Saya yakin, saat pembaca membaca buku ini, pembaca juga sedang dalam suasana sepi atau dalam hal ini sendirian. Di sinilah letak kenikmatan bahwa kesepian kadang memberikan kita sudut pandang baru tentang kehidupan.

Tidak lupa segenap terima kasih saya perlu ucapkan kepada orang-orang yang takpernah lelah memberikan masukan juga makian atas tulisan-tulisan saya. Sejujurnya saya lebih menyukai makian agar dapat saya nikmati sediri, lalu kembali memperbaiki.

Kepada teman sekaligus partner saya dalam menyusun buku ini, yang berperan sebagai ilustrator, ialah Mella Arianti, terima kasih sudah bersedia mendengar ocehan dan permohonan rumit saya. Semoga dapat bekerjasama di hal-hal lainnya.

Akhirnya, selamat membaca bagi pecinta sepi, atau yang sedang mencoba mencumbui sepi. Semoga dapat menemukan keindahan dalam kesepian. Tabik.

Posting Komentar

0 Komentar